Saturday, April 23, 2016

Akibat Seks Bebas Remaja Tanpa Obat Aborsi?

Seks bebas di kalangan remaja semakin hari semakin meningkat saja. terbukti dari penelitian banyak lembaga kesehatan seks bebas meningkat 20 persen setiap tahun, dan 80 persen diantaranya berakhir dengan aborsi karena pasangan belum siap punya anak, dan tidak mau ketahuan oleh orangtua, alih-alih kembali sehat, 90 persen remaja aborsi malah meregang nyawa. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya kesadaran menggunakan obat telat bulan, dan prosedur aborsi yang salah.

Selain bisa merenggut nyawa, banyak lagi bahaya seks bebas remaja yang harus Anda ketahui, agar Anda, atau siapapun yang kemungkinan akan melakukannya bisa berfikir berkali-kali sebelum memutuskan untuk melakukan hubungan seksual di usia yang masih terbilang muda. Apa saja bahayanya?
Ini Dahsyatnya Bahaya Seks Bebas Remaja Tanpa Obat Aborsi

Bahaya yang mengancam wanita yang melakukan seks bebas saat remaja adalah bisa membahayakan kesehatan jangka panjang, mengganggu mental, dan mempengaruhi pergaulan. Maka penting sekali untuk mengetahui bahaya ini.
  • Kesehatan jangka panjang
Wanita usia remaja yang melakukan seks bebas, lalu memutuskan aborsi tanpa menggunakan bantuan ahli dan obat aborsi, akan cenderung mengalami efek kesehatan jangka panjang. Seperti pendarahan berulang, rusaknya organ reproduksi karena prosedur aborsi salah, dan  kemandulan akibat kondisi rahim dan sel telur tidak normal lagi.
  • Gangguan mental
Pada usia remaja, pola pikir wanita belum normal dan bisa dibilang labil. Maka ketika dia menyadari bahwa pasangannya yang sudah menghamilinya lewat seks bebas pergi, maka guncangan mental akan terjadi. Mulai dari perasaan minder bahwa tak ada lagi pria yang akan mencintainya di masa yang akan datang, hingga depresi berkepanjangan. Tak jarang juga remaja pada kondisi ini harus mendekam di rumah sakit jiwa untuk dipulihkan.
  • Pergaulan
Karena Indonesia masih menjunjung adat ketimuran, otomatis jika ada wanita yang melakukan hal-hal bertentangan dengan ajaran adat dan agama, akan dikucilkan. Apalagi seks bebas, sehingga tak akan ada lagi teman yang mendekat, keluargapun bisa saja mengucilkan wanita tersebut.

Bagaimana informasi di atas? Semoga bermanfaat bagi Anda dan membuat Anda sadar bahwa seks bebas di usia remaja itu tidak baik, apalagi jika tidak didukung dengan upaya aborsi yang tepat serta tanpa obat penggugur kandungan yang jelas. Ada baiknya bersabar hingga usia Anda matang dan memiliki pasangan sah, sehingga tak perlu aborsi, melainkan melanjutkan kehamilan dan menjelma jadi seorang ibu usai melahirkan buah hati tercinta.